Rabu, 16 Mei 2012

TELAH TERBIT NOVEL “Sujud Cinta Tengah Malam (Novel Khas Pesantren Dalam Naungan Dzikir & Cinta)”




Judul : Sujud Cinta Tengah Malam (Novel Khas Pesantren Dalam Naungan Dzikir & Cinta)
Penulis: Salamun Ali Mafaz
ISBN: 978-602-18159-3-9
Hlm: xiii + 435
Penerbit: Azam Jaya Press 

Apreasisasi Untuk Buku ini: 

“Novel inspiratif. Penuh dengan teladan hidup, ceritanya bagus dan memotivasi untuk selalu mencintai Tuhan dan sesama, mampu menghadirkan energi positif menggapai masa depan.” (Prof. Madya Dr. Rahimin Affandi Abd. Rahim, Ph.D. Profesor Dijabatan Fiqh dan Ushul Akademi Pengajian Islam University of  Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia)


“Novel dengan latar pesantren masih cukup jarang dalam sejarah pernovelan kita. Novel ini salah satunya. Menarik untuk dibaca.” (Ulil Abshar Abdalla. Intelektual Muslim Indonesia & Ketua DPP Partai Demokrat)

“Membaca novel ini begitu menyentuh hati. Deretan cerita dalam novel ini selain mengandung pesan moral dan sosial yang tinggi, tidak kalah pentingnya memotret pesantren sebagai lembaga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan laki-laki dan perempuan. Novel ini benar-benar khas pesantren, mampu menghadirkan dzikir dan cinta. Patut disayangkan kalau belum membacanya.” (KH. Masdar F. Mas'udi, MA. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama/PBNU)

“Potret cinta dan perjuangan di pesantren benar-benar menarik. Novel ini salah satunya menyibak tabir cinta dan perjuangan itu. Dengan disuguhi kata-kata mutiara, novel ini menarik untuk dibaca siapa saja. Perjuangan santri menggapai cita dan cinta begitu luar biasa digambarkan di dalam novel ini. Maka bagi santri wajib membacanya!!.” (KH. Imam Jazuli, Lc. M.A. Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiyah-Asosiasi Pondok Pesantren Se-Indonesia (PP RMI). Pengurus Besar Nahdlatul Ulama/PBNU)

“Hubungan pria dan wanita di pesantren sangat terbatas, karena nilai dan norma tradisional yang hidup di pesantren membimbing para santri demikian. Tetapi, hal itu tidak mengurangi tumbuh ranumnya cinta di lingkungan pesantren sendiri. Bagaimanakah cinta tumbuh meranum di lingkungan pesantren? Bagaimana pula api cinta membakar hati seseorang yang hidup di tengah nilai dan norma tradisional? Cinta, tatapan dan sentuhan, harapan dan ratapan... dengan apakah cinta menatap? Dengan apakah cinta menyentuh? Hal-hal itulah yang membangunkan perasaan kita dalam novel ini.” (Jamal D. Rahman, Penyair dan Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison)

“Meskipun fiktif, novel ini merefleksikan dunia nyata, dimana perempuan bisa punya kualitas keilmuan yang mengalahkan laki-laki. Di dalam novel ini menceritakan bahwa budaya patriarki di pesantren dikikis habis, karena pesantren hanya mengutamakan kualitas bukan dari jenis kelamin. Perjuangan santri putri menggapai kesuksesan merupakan bukti nyata bahwa jenis kelamin bukanlah sebuah patokan dalam hidup. Butir-butir cinta dalam kehidupan belum lengkap untuk dibayangkan sebelum membaca novel ini. Apresiasi atas novel ini!!.” (Dr. Nur Rofiah. Alumnus Universitas Ankara Turki. Ahli Tafsir & Guru Besar ilmu-ilmu al-Quran)

“Terlalu indah novel ini untuk dibayangkan. Deraian cinta yang terlukis dalam novel ini mampu membawa lamunan cinta di pesantren. Sebuah Novel yang menggugah kehidupan, mengandung pesan-pesan agama yang menyentuh hati. Tanpa banyak kata, novel ini energi positif untuk kita nikmati.” (YM Ku Ahmad Yumni Ku Abu Bakar, MA. Dosen dan Pensyarah Pusat  Pemikiran & Kefahaman Islam University of Technology, Kedah, Malaysia)

1 komentar:

KOTAK KOMENTAR